Categories: METROPOLIS

Urai Benang Kusut K2, Pemkot Bentuk Tiga Timsus

JAYAPURA– Persoalan perekrutan dan pengangkatan tenaga kontrak kategori dua (K2), hingga saat ini belum menemui titik terang.  Pemerintah kota Jayapura telah mengumumkan lebih dari 1000 nama yang masuk dalam pengangkatan formasi khusus itu.  Namun hal itu memantik aksi protes dari sejumlah masyarakat dan tenaga kontrak yang mengklaim sudah lama mengabdi sebagai honorer, namun tidak juga terakomodir dalam formasi itu.

   Pemerintah kota Jayapura kemudian merespon dengan melakukan penundaan terhadap tahapan pengangkatan terhadap ribuan tenaga kontrak tersebut.  Di satu sisi verifikasi dan validasi ulang di tingkat OPD kemudian dilakukan dan hasilnya ada cukup banyak nama tenaga kontrak yang masuk dalam data pengangkatan itu yang justru diduga tidak tercatat sebagai tenaga honorer alias siluman.

    Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait mengakui, terdapat sejumlah nama CPNS siluman yang ikut diumumkan sebelumnya.  Karena itu ada beberapa upaya yang sudah dilakukan  pihaknya sejauh ini, salah satunya  membentuk tiga tim khusus untuk dapat mengurai persoalan tersebut.

   “Kita sedang menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan honorer kemarin.  Setelah kami umumkan,  ternyata ada masalah, karena ada banyak yang siluman.  Karena itu saya bikin 3 tim,  pertama diketuai oleh Inspektur,  dia akan mengecek apakah orang itu siluman di OPD itu atau tidak,” ujarnya.

   Kemudian tim kedua diketuai oleh Kabag Ops Polresta Jayapura, untuk memastikan apakah ada indikasi penyuapan atau gratifikasi dalam mekanisme pengangkatan CPNS formasi khusus tersebut.  Apabila mengarah ke sana, maka yang bersangkutan atau pihak yang terlibat bisa saja diproses secara hukum.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

4 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

5 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

6 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

7 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

8 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

20 hours ago