Kemudian tim yang ketiga diketuai oleh Kepala BKD, di mana yang bersangkutan harus memastikan apakah masih ada atau tidaknya tenaga honorer yang sudah lama terdata sebagai honorer, namun namanya tidak masuk dalam data ribuan tenaga honorer yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu.
Lanjut dia, terkait data tenaga honorer itu, berdasarkan data laporan yang diterimanya, ada sekitar 300 lebih tenaga kontrak anak anak Port Numbai yang belum diangkat. Namun demikian, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap data-data tersebut. Apakah yang bersangkutan benar-benar terdata sebagai tenaga honor di Pemkot Jayapura, waktu mulai dan absensinya. Termasuk yang tidak kalah penting mengenai kepemilikan ijazahnya.
Dengan demikian, pemerintah ingin memberikan solusi yang tepat dan tidak melanggar aturan.
“Dari 300-an ini saya suruh tim ini cek, benarkah mereka ini layak sebagai honorer kota atau tidak. Jangan sampai tiba-tiba, ijazah palsu, beli ijazah. Kemudian dari laporan BKD, sudah sudah hampir 70% selesai,”pungkasnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…
Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…
Karena itu, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi fokus utama perusahaan daerah tersebut. “Air bersih…
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer…