Dia berharap adanya perhatian pemerintah Kota Jayapura untuk membuka los bagi bagi atau menata ulang dua basar tersebut. “Kami yang jual sayur ini harus juakan dibagian luar, karena barang ini tidak bisa disimpan lama,” jelasnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Ludia Patepeme. Perempuan asal Kampung Skouw Yambe itu juga mengeluh hal yang sama. Dimana sampai saat ini mereka tidak mendapatkan tempat jualan di Pasar Youtefa dan Otonom. “Kami tidak tau dasarnya apa sehingga kami tidak dikasih tempat,” katanya
Karena itu, dia berharap momentum Pilkada ini, adanya calon Walikota Jayapura yang punya komitment mengelola kedua pasar tersebut menjadi lebih representatif. “Pasar ini tempat orang cari sayur ikan, dan lain lain, kalau kami tidak jualan lalu masyarakat mau makan apa,” tandasnya.
Ludia menegaskan jika dari 4 calon Walikota Jayapura saat ini ada yang punya program mengelolah kedua pasar tersebut maka dirinya akan memilih pasangan tersebut. “Karena dari dulu tinggal janji janji, tapi saat sudah duduk di kursi walikota, pasar ini masih saja begini, kami masih saja tidak dapat tempat,” ujarnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…
Bupati menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari 23 SMA dengan jumlah peserta ujian 2.988 orang dan…
‘’Kita sudah menyurat ke Kementrian PAN RB untuk adanya formasi khusus guru di Kabupaten Merauke,’’…
Sengketa lahan SD Negeri Dunlop Sentani kembali memanas. Pemilik hak ulayat menuntut Pemerintah Kabupaten Jayapura…
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Fredy Wally, mengungkapkan bahwa persoalan…
Aksi kekerasan menimpa seorang pemilik kios berinisial YSE (35) di Jalan Poros SP 5, Distrik…