Dari hasil pengawasan yang dilakukannya itu menurutnya memang perlu ditingkatkan lagi secara baik terutama pelayanan-pelayanan kepada masyarakat, sehingga tidak ada miskomunikasi.
“Saya kasih contoh kenapa pelayanan lama, ternyata apa yang disampaikan oleh masyarakat dan yang dilakukan oleh petugas tidak connect. Misalnya tadi ada kasus, ada satu masyarakat yang dia minta dua nama dari kartu keluarganya dikasih pindah, dan buat kartu keluarga baru. Mungkin karena orang banyak dan petugasnya tidak mendengar baik, lalu dia bikin satu-satu. Akhirnya lama dan mamanya marah. Lalu setelah kita jelaskan baru dia mengerti. Karena itu miskomunikasi seperti ini harus diselesaikan tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Kemudian yang berikut dirinya mengingatkan kepada para staf yang bertugas di loket-loket pelayanan, supaya tetap sabar, menyampaikan atau melayani masyarakat dengan kata-kata yang baik. “Kalau merasa capek,silakan istirahat baru dilanjutkan,” imbuhnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Papua selama ini dikenal sebagai tanah yang diberkahi kekayaan alam luar biasa. Hutan-hutannya rimbun, tanahnya…
Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi yang kerap terjadi di tanah Papua, dalam hal ini…
UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16…
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan…
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar,…
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC,…