Categories: METROPOLIS

Langkah Awal Bangun Komunikasi dengan Tokoh Masyarakat

JAYAPURA-Terhitung sejak 21 Mei 2024 lalu, Iptu Bernadus Yunus Ick, SH, menjabat sebagai Kapolsek Heram. Iptu Berry sapaan Kapolsek Heram ini mengaku banyak hal yang harus dia kerjakan untuk menjaga kondusifitas di wilayah Heram. Karena itu, langkah awal dirinya memimpin Polsek Heram, yakni dengan membangun komunikasi yang intens dengan masyarakat.

  Komunikasi dilakukan dengan para tokoh adat, tokoh agama, Paguyuban-Paguyuban serta Tokoh Pemuda di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk membangun kolaborasi bersama menjaga kamtibmas di wilayah tersebut.

   Sebab, intensitas peristiwa kriminal dan kejahatan di Wilayah Heram sangat tinggi. Untuk itu perlu adanya kolaborasi bersama masyarakat. Sehingga menjaga keamanan di wilayah tersebut tidak hanya menjadi rigas aparat Kepolisian khususnya Polsek Heram, tapi juga dari masyarakat itu sendiri.

  “Menjaga keamanan memang tugas pokok kami, tapi tentunya masyarakat juga harus ambil bagian daripada ini, guna menjamin kekondusifan wilayah ini,” ujarnya saat ditemui di ruangan kerja di Mapolsek Heram, Senin (3/6).

  Lebih lanjut, pihaknya telah memetakan wilayah wilayah dengan intensitas kriminal yang tinggi. Dengan data inilah kemudian menjadi atensi mereka (Polsek Heeram red) untuk melakukan patroli secara rutin. Serta membangun Komuniksi dengan masyarakat yang ada. Sehingga dengan begitu akan menekan angka kejahatan.

  “Terkait wilayah dengan angka kejahatan yang tinggi sudah kami petakan, dan ini menjadi atensi kami ke depan,” tuturnya.

  Dikatakan tingginya kriminalitas diwilayah tersebut terjadi karena berbagai faktor salah satunya pengaruh minuman keras (Miras). Peredaran miras   di wilayah Heram cukup marak. Hal inilah yang harus menjadi perhatian semua pihak, salah satunya pemerintah daerah. Sebab meskipun aparat kepolisian dengan tegas menertibkan pelaku kejahatan karena faktor miras, akan tetapi jika pemerintah tidak tegas dalam hal aturan penertiban miras,  maka kejahatan tidak akan punah.

   “Kami hanya menertibkan jika ada orang mabuk yang bikin onar, tapikan untuk menjual miras ini perlu ada aturan yang tegas dari pemerintah, oleh sebabnya perosalan miras ini menjadi tanggungjawab bersama,” tandasnya.

  Mantan Wakapolsek Abepura itu mengatakan progam utama yang akan diajalankan kedepan adalah mengaktifkan Para Para Numbay. Para para numbay ini kata dia sangat bagus, karena didalamnya dapat mengungkapkan berbagai perosalan yang terjadi di wilayah tersebut. Sehingga kedepannya dia akan kembali mengatifkan progam Polreta Kota Jayapura yakni Para Para Numbay.

  “Melalui para para numbay kita bisa tau perosalan diakar rumput, karena disitu akan disampailan langusng oleh lihak yang kita undang untuk berdiskusi melalui para para numbay ini,” katanya. (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 hour ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

3 hours ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

4 hours ago

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

1 day ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

1 day ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

1 day ago