Ikatan Ahli Geologi Indonesia, sudah pernah mengusulkan ke Pemkot Jayapura, terkait pemetaan geologi skala detail. Tujuannya adalah untuk bisa mengetahui jenis batuan lebih detail lagi. Kemudian bagaimana daerah-daerah yang cenderung mengalami kerusakan akibat daya dukung bebatuan yang tidak maksimal akibat gangguan tektonik.
Sehingga, setelah dilakukan pemetaan geologi itu ada lagi yang dinamakan pemetaan berbasis seismik. Itu untuk mengukur sifat bebatuan di bawah permukaan seperti apa. “Contohnya dua tahun lalu itu kan pernah terjadi gempa, pusatnya ada di sekitar dok 9, tetapi yang banyak hancur itu kan, sepanjang jalan utama mulai dari Mall Jayapura, gedung MRP, gedung DPR rumah sakit Provita.
Nah alasannya sederhana, karena di daerah pusat kota, sudah relatif datar dan batuannya itu relatif endapan. Sehingga kalau ada getaran bawah permukaan, kemudian sifatnya dangkal, itu lebih mudah bergerak. Sehingga bangunan yang ada di atasnya itu terasa sekali goyangan atau getarannya. Karena di dok 9 itu batuannya keras semua, sehingga ini yang harus dipahami,” tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan masa depan generasi…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib menyatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi ternak babi dan kadang…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan sebagian besar pembangunan fasilitas di area festival telah rampung. Pemerintah…
Persiapan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 Tahun 2026 mulai dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar…
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian…
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan masyarakat, Kapolsek…