Categories: METROPOLIS

Euforia Pergantian Tahun, Tinggalkan Sampah

JAYAPURA – Usai perayaan malam pergantian tahun, pada Kamis (1/1) dini hari, tumpukan sampah dari berbagai jenis terlihat berserakan di sejumlah sudut jalan di Kota Jayapura tak terkecuali di Jembatan Merah Youtefa.

  Sampah yang didominasi oleh limbah plastik dan bungkus kembang api serta sejumlah botol minuman keras. Terlihat berserakan di pinggir bagian ujung dari jembatan itu, diduga merupakan sisa perayaan malam tahun baru.

  Jembatan yang seharusnya dilindungi, dijaga dan dirawat itu, karena merupakan salah satu ikonik di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya, kini dicederai dengan ditemukannya botol-botol minuman keras dari berbagai jenis merek serta berbagai aktivitas yang tidak diinginkan masih terus terjadi di tempat itu.

   Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, tumpukan sampah yang didominasi oleh botol Miras berserakan di bagian sisi kiri dari jembatan, tepatnya di jalan masuk pantai wisata Cibery. Diduga dilakukan para remaja dan oknum tertentu pada malam pergantian tahun.

  Pemandangan inipun sedikit mengusik. Lantaran keberadaan sampah di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi, tetapi jauh sebelum itu juga pernah. Dimana masyarakat setempat dibantu oleh berbagi komunitas peduli lingkungan dengan sabar melakukan pembersihan.

   Kondisi ini pun kembali terjadi, tak heran jika masyarakat mempertanyakan keberadaan pos pengamanan di Jembatan Merah Youtefa selama ini. Sehingga aktivitas miras di jembatan itu masih terus terjadi.

   Aalah seorang warga, Merauje (57) kepada Cenderawasih Pos Jumat (2/1). Ia menduga keberadaan botol Miras yang ditemukan itu kemungkinan besar terjadi pada perayaan malam pergantian tahun.

   Hal ini dia sampaikan karena pada saat itu, tak sedikit anak muda hingga orang dewasa berkumpul di Jembatan Merah sambil miras. Sehingga tak heran jika botol Miras banyak di temukan di lokasi itu.

   “Kemungkinan besar sisa malam tahun baru. Karena pada saat itu banyak kelompok remaja hingga orang dewasa dan orang tua berkumpul di bagian ujung jembatan hingga di jalan masuk pantai Cibery sambil Miras dan main kembang api,” jelas Merauje.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago