Karena itu hal ini akan dilatih kepada masyarakat adat bagaimana memanfaatkan limbah yang tidak dimanfaatkan lagi untuk dijadikan sebagai bahan baku budidaya jamur yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Pihaknya berharap dari kegiatan pelatihan ini, masyarakat adat bisa memanfaatkan potensi di sekitar mereka, dan mengembangkan ekonomi keluarga, yang pada akhirnya mereka yang dilatih itu, akan menjadi tempat belajar bagi orang lain.
“Kalau mereka berhasil, masyarakat yang ada di kampung-kampung yang ada di Kabupaten maupun kota bisa mengembangkan budidaya jamur. Kita berharap ilmu yang mereka dapatkan hari ini bisa menjadi ilmu bagi masyarakat lainnya, bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…