Categories: METROPOLIS

Pasca Kebakaran, Pemukiman Mandala Akan Ditata Ulang

JAYAPURA – Kebakaran yang kembali terjadi di kawasan padat penduduk Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Jayapura dan DPRK untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan permukiman dan sistem penanggulangan kebakaran.

Deli Lusyana Watak (foto:Deli for Cepos)

  Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura,L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.

  Menurutnya, apabila rumah dibangun kembali dengan kondisi dan pola yang sama seperti sebelumnya, sementara persoalan akses kendaraan pemadam, sumber air, instalasi listrik maupun jalur evakuasi tidak dibenahi, maka risiko kebakaran akan tetap tinggi.

   Ia menilai, kawasan yang terdampak kebakaran harus dibangun kembali dengan pendekatan yang lebih aman. Dengan demikian, pembangunan pascakebakaran tidak sekadar mengembalikan kondisi fisik permukiman, tetapi sekaligus mengurangi potensi risiko bencana di masa mendatang.

  “Pasca-kebakaran harus menjadi kesempatan untuk membangun lebih aman dari sebelumnya. Jadi bukan hanya rumahnya kembali berdiri, tetapi risikonya ikut berkurang. Itulah prinsip Build Back Better: jangan membangun kembali masalah yang sama,” ujarnya.

  Ketua Komisi B DPRK Kota Jayapura, Yuli Rahman juga berharap pemerintah  menyiapkan perencanaan kawasan secara matang, terutama untuk permukiman yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

  Menurut Yuli, keberadaan hidran dan bak penampungan air di lingkungan permukiman menjadi salah satu infrastruktur penting yang perlu dipertimbangkan. “Setelah kita bersihkan puing-puing hasil kebakaran, pemerintah bisa membantu mereka untuk membangun sementara. Tetapi pembangunannya bisa kita tata, tidak terlalu sempit atau terlalu berdempetan seperti rumah yang dulu,” katanya.

  Selain tata bangunan, Yuli meminta persoalan penyimpanan bahan bakar juga menjadi perhatian. Menurutnya, bahan bakar atau material yang berpotensi memicu kebakaran tidak semestinya disimpan di dalam rumah warga.

  Yuli juga meminta adanya pembenahan terhadap instalasi jaringan listrik di kawasan permukiman pascakebakaran. Ia berharap apabila rumah warga dibangun kembali, jaringan listrik dapat dipasang secara lebih rapi dan aman sehingga tidak menimbulkan potensi bahaya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

10 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

11 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

12 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

13 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

14 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

15 hours ago