“Melihat persoalan ini, kami sangat berharap baik itu kemensos maupun Bulog harus kasi kami penjelasan biar bisa disampaikan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Salah satu contohnya di Kelurahan Vim, dari 2000 karung beras, setelah dipotong 75% sisa yang masyarakat terima hanya 200 lebih, hal yang sama juga beberapa kelurahan yang lainnya.
“Dengan situasi seperti ini, apa yang perlu kami sampaikan kepada masyarakat, dan dari pihak terkait juga belum ada penjelasan,” pungkasnya.
Menurut Petrus Awi Nero, pemotongan Bansos ini langsung dari Kementerian Sosial sehingga pihaknya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut.
“Setelah dipotong, kami saat ini hanya bisa menyalurkan kepada masyarakat yang sesuai ada di data saja,” jelasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…
Dalam sambutannya, Nyoman Sri Antari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Jayapura bersama…
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…