

dr Ni Nyoman Sri Antari (FOTO:Robert Mboik Cepos)
JAYAPURA – Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Papua mengajak seluruh warga di daerah itu untuk mencegah penyakit kaki gajah atau Filariasis dengan minum obat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura di Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antara mengaku pihaknya akan meluncurkan program minum obat bersama untuk mencegah penyakit kaki gajah pada 17 Agustus 2023.
“Nanti masyarakat yang akan mengikuti upacara HUT ke-78 RI bisa minum obat sebagai influencer (pengaruh) kepada warga lain sehingga semua bisa minum obat bersama-sama,” katanya.
Menurut Sri, Kota Jayapura gagal dalam eliminasi Filariasis pada 2019 sehingga akan dilakukan survei ulang pada 2023 dan 2024 dengan demikian diharapkan kegagalan sebelumnya tidak terulang.
“Maka ini perlu kerja sama seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk sama-sama bisa minum obat guna mencegah penyakit kaki gajah,” ujarnya.
Dia menjelaskan terutama bagi masyarakat Kota Jayapura yang berada di Kampung Koya Tengah dan Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan di mana dari 130 kasus yang ditemukan di dua wilayah itu 15 orang masih positif.
“Sehingga kami harus melakukan survei ulang sekaligus mengajak semua warga minum obat nantinya anak berusia 2-5 tahun akan mendapatkan dua jenis obat dan di atas lima tahun akan mendapatkan tiga jenis obat diantaranya obat cacing,” katanya lagi.
Pihaknya berharap dengan program minum obat bersama yang akan dilakukan pada Agustus hingga Oktober 2023 Kota Jayapura bebas kaki gajah karena secara nasional Indonesia bebas kaki gajah pada 2030.(3/8). (antara)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…