Selain batas wilayah rencana pengusulan Perda, hal yang paling penting bagi Abisai adalah kesepakatan semua elemen masyarakat di Kampung Nafri ini. “Kesepakatan bersama itu penting, agar pemekaran yang kita rencanakan tidak sepihak, tetapi harus adil dan atas persetujuan semua pihak, khususnya para Ondoafi dan kepala suku,” bebernya.
Pemekaran kampung adat ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Dalam komitmen saya membangun Kota Jayapura ini dimulai dari kampung-kampung, kalau kampung-kampung adat ini sudah aman dan sejahtera maka Kota Jayapura akan semakin berkembang,” ungkapnya.
“Karena dengan pemekaran, daerah baru diharapkan dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensi dan melaksanakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” lanjutnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…