

PMI Kota Jayapura bersama PMI Distrik Jayapura Utara melatih relawan, mahasiswa, dan pengurus agar penggunaan fogging
JAYAPURA- PMI Kota Jayapura bersama PMI Distrik Jayapura Utara melatih relawan, mahasiswa, dan pengurus agar penggunaan fogging tidak lagi sekadar “asal semprot”, tetapi berbasis pemetaan wilayah rawan, Jumat (1/5).
Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan fogging hanya efektif jika digunakan sesuai prosedur. Kesalahan penggunaan justru berisiko tidak berdampak maksimal, bahkan bisa membahayakan.
“Fogging itu bukan sekadar menyemprot. Harus tahu waktu, lokasi, dan cara penggunaannya. Kalau tepat, baru bisa memutus rantai penyebaran nyamuk malaria dan DBD,” ujarnya.
PMI sendiri telah menyalurkan lima unit alat fogging ke lima distrik. Namun di lapangan, pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan pemahaman teknis. Karena itu, pelatihan difokuskan pada praktik langsung, mulai dari pengoperasian alat hingga penentuan titik penyemprotan. Ke depan, tim akan bekerja sama dengan puskesmas dan aparat wilayah untuk memetakan area prioritas.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…