Krisis Pendidikan dan Kesehatan juga tak luput dari evaluasi. Gerson mengungkapkan adanya krisis tenaga pendidik yang serius, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Hal ini berbanding terbalik dengan amanat besar Otsus yang memprioritaskan pendidikan. Buruknya kualitas pendidikan ini, menurutnya, berdampak domino pada sektor kesehatan.
“Pendidikan dan kesehatan bagian penting dalam amanat otsus tetapi nyatanya tidak terjadi sesuai harapan. Krisis Tenaga Pendidik dan kesehatan menjadi masalah serius di Papua,” ungkapnya.
Rendahnya Kualitas SDM di Papua dapat mengakibat kurangnya tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan. Tak hanya itu Angka Harapan Hidup (AHH) di wilayah Papua tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Untuk itu kami GMKI Jayapura mendesak agar implementasi Otsus dikembalikan pada marwahnya, yakni sebagai instrumen untuk mengangkat harkat dan martabat OAP, bukan sebagai alat pemuas kepentingan segelintir elit politik,” pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…
Ketua KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak…