

Tampak daerah resapan air yang berada di depan Hotel Musi Entrop yang kini sudah mulai dibangun warga. Wawali minta Dinas PUPR PKP segera memanggil pemilik tanah tersebut, foto ini diambil Senin (3/11) kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)
Terkait Pembangunan yang Dilakukan di Daerah Resapan Air
JAYAPURA-Untuk mencegah banjir di Komplek SMAN 4 Jayapura dan Komplek Karantina Hewan Entrop, lahan yang berada di depan Hotel Musi Entrop dijadikan daerah resapan air, sehingga pada saat terjadi hujan deras air bisa terserap di lokasi itu. Dan ini sudah menjadi kesepatakan antara Pemerintah Kota Jayapura maupun pemilik hak ulayat di lokasi itu.
Salah satu pemilik hak ulayat di kawasan itu Petrus Hamadi mengungkapkan, sesuai kesepakatan bersama Pemkot tidak izinkan jika ada yang membangun di daerah resapan air depan Hotel Musi Entrop karena di bagian belakang Hamadi Lembah sudah banyak dibangun rumah, jadi aliran air saat hujan sudah tidak bisa menuju ke sana dan menuju ke depan Hotel Musi Entrop sebagai untuk daerah resapan air kemudian lainnya langsung keluar mengalir di depan dealer Daihatsu.
“Kesepakatan ini sudah kita sepakati bersama kalau depan Hotel Musi Entrop jangan ada yang membangun namun ternyata sekarang sudah ada yang membangun, jadi saya minta Pemkot Jayapura turun untuk mengecek bangunan tersebut minta jangan lagi dilanjutkan, karena jika dilanjutkan yang terkena dampaknya warga di komplek SMAN 4 Entrop dan Komplek Karantina Hewan,”kata Petrus Hamadi, Senin(2/10) kemarin.
Sementara ituWakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,terkejut dan minta Kadis PUPR PKP Kota Jayapura untuk segera memanggil dua pemilik bangunan di sana karena membangun di daerah resapan air dan tidak ada IMB.
“Saya sudah cek di lapangan memang ada dua bangunan yang sedang dibangun. Saya minta kepada Kepala Dinas PUPR PKP untuk segera memanggil yang bersangkutan memiliki tanah di sana. Jika masih membandel bisa saja langsung di Satpol PP line karena sudah tahu daerah resapan air Kkenapa harus membangunnya”katanya.
Selain itu, akibat hujan deras daerah depan dealer motor Yamaha Polimak terjadi banjir Wawali juga melakukan peninjauan di sana dan ini disebabkan karena adanya pembangunan pengecoran talud, sehingga air tidak bisa mengalir secara normal akibatnya meluber ke jalan. (dil/wen)
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…