

Kepala Kampung Tobati dan Kepala BPBD Kota Jayapura membuka kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di kampung Tobati, Selasa (30/7) kemarin. (foto: Istimewa)
JAYAPURA– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura gencar melakukan sosialisasi mitigasi pencegahan terhadap terjadinya bencana alam di kampung-kampung yang berpotensi terjadinya bencana alam di kota Jayapura.
Seperti halnya yang dilakukan oleh BPBD pada Selasa (30/7), di Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kabupaten Kota Jayapura. Kegiatan itu lebih menitikberatkan kepada masyarakat supaya perlu mengantisipasi atau waspada dan hal apa saja yang perlu dilakukan pada saat terjadinya bencana terutama tsunami.
” Kemarin kami melakukan sosialisasi mitigasi bencana di kampung tobati, kita tahu bahwa kota Jayapura adalah kota yang rawan bencana, terutama bahaya tsunami,”kata kepala pelaksana BPBD kota Jayapura, Asep Khalid, kepada Cendrawasih pos Rabu (31/7) kemarin.
Asep menerangkan beberapa kampung atau daerah di wilayah pemerintahan Kota Jayapura yang memiliki potensi atau rawan terhadap terjadinya bencana alam tsunami adalah kampung-kampung yang ada di daerah pesisir pantai. Salah satu kampung yaitu kampung tobati yang juga masuk dalam kategori rawan terjadinya bencana tsunami.
“Jadi kami melakukan sosialisasi dan simulasi untuk bencana alam tsunami,” ujarnya.
Karena itu pihak yang berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan simulasi yang sudah dilakukan pihaknya itu masyarakat diberi pemahaman yang harus dilakukan terutama mengenai tindakan mitigasi atau pencegahan selama kejadian.
Pada kesempatan itu ada beberapa materi yang disosialisasikan dan disimulasikan terutama terkait dengan pemasangan tenda pada saat kesiapsiagaan itu dilakukan.
“Jadi pemerintah kota Jayapura memberikan bantuan berupa tenda dan juga live jaket yang dibagikan kepada masyarakat di kampung tobati, “
Lebih lanjut dia mengatakan kegiatan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana ini tidak saja dilakukan di Kampung Tobati tetapi juga di beberapa Kampung lainnya yang memiliki potensi rawan tsunami. Mulai dari Kampung Kayu Pulo, Kayu Batu, Kampung Skou Sae, Skou Yambe.
“Jadi kampung-kampung ini yang akan kita lakukan sosialisasi dan simulasi terkait mitigasi bencana tsunami dan ini merupakan program kerja di BPBD di tahun ini,”pungkasnya. (roy/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …