Categories: MIMIKA

Hak Jual OAP “Dirampas”, Mama-Mama Papua dan Mahasiswa Datangi DPRK Mimika

MIMIKA – Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Timika (Somama-Ti) rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Papua Tengah, Rabu (28/5) kemarin.

Awalnya, kelompok yang mengatasnamakan Somama-Ti ini berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRK Mimika. Seruan aksi ini disebar melalui selebaran yang dibagikan melalui pesan-pesan Whatsapp secara luas kepada masyarakat di Mimika dengan tujuan mengajak masyarakat untuk tergabung dalam aksi tersebut untuk menuntut hak-haknya.

Dalam selebaran tersebut tertulis kalimat yang cukup membakar semangat mama-mama dan juga para mahasiswa. Aparat keamanan yang sudah disiagakan di Kantor DPRK  Mimika pun berhasil meredam massa yang datang. Niat unjuk rasa urung usai ditemui aparat keamanan.

Mereka pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruang rapat dan melakukan RDP bersama Anggota DPRK Mimika. Dalam RDP tersebut, mereka mendesak agar hak jual Orang Asli Papua (OAP) tidak dirampas oleh warga pendatang.

Adapun pangan lokal dimaksud adalah pinang, sagu, daun gatal dan umbi-umbian identik dengan Papua. Menurut mereka, komoditas tersebut seharusnya hanya dapat dijual oleh Orang Papua.  Mereka pun mendorong agar para legislator agar dapat mencari solusi untuk melahirkan peraturan daerah tentang perlindungan pangan lokal terhadap OAP.

“Dengan adanya landasan berupa pengalaman pada 2018, maka dengan itu perlu adanya Perda yang mengatur dan melindungi hak jual terutama ekonomi lokal yang mana sudah dirampas oleh pedagang pendatang,” ungkap Korlap Somama-Ti, Yoki Sondegau.

Sementara itu Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika akan segera bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Mimika terkait tuntutan perlindungan dan ketegasan pemerintah terhadap hak jual Orang Asli Papua (OAP).

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago