

Ratusan minuman keras saat diamankan pada 18 Februari 2025 lalu. (Foto: Istimewa).
MIMIKA – Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Leo Howay mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari Kapolres Mimika terkait dengan pemusnahan ratusan liter minuman keras lokal yang diamankan di Pelabuhan Poumako Selasa, 18 Februari 2025 lalu.
Iptu Leo menerangkan, pihaknya telah membuat laporan kepada Kapolres Mimika, AKBO Billyandha Hildiario Budiman mengenai hal tersebut dan tinggal menunggu jadwal untuk pemusnahan.
“Akan tetap kami musnahkan. Kami sudah buat laporan ke pimpinan dan nanti kita akan jadwalkan untuk pemusnahan,” kata Iptu Leo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (25/2) kemarin.
Ia melanjutkan, sampai saat ini belum ada yang melapor terkait kepemilikan minuman keras tersebut. Iptu Leo menyebut, jika polisi berhasil menemukan pemilik dari minuman haram tersebut maka akan diberikan surat peringatan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.
Adapun jumlah minuman keras yang diamankan tersebut sebanyak 365 liter saat kedatangan KM. Sirimau di Pelabuhan Poumako Timika. Setelah diamankan, Kapal KM. Sirimau kemudian lanjut berlayar ke Asmat dan Merauke. Saat ini, semua barang bukti telah diamankan di Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32 sambil menunggu dimusnahkan. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…