Sebagai langkah konkret, Polres Mimika berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat pendulang dengan pemerintah daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).
“Tentunya kami di sini bukan musuh ya, Pak Polisi ini bukan musuh, kami adalah mitra, mitra masyarakat. Ya setidaknya jangan sampai berbuat anarkis karena ini bisa kita diskusikan, bisa kita bicarakan untuk mencari win-win solution yang terbaik,” imbuhnya.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini sempat mereda, namun kembali berlanjut pada sore hari. Massa yang berkumpul di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami hambatan.
Para pendulang yang datang dari berbagai wilayah merasa kecewa karena tidak dapat menjual hasil dulang mereka sesuai rencana. Untuk menjaga ketertiban umum, personel dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru terpantau sedang bersiaga di lokasi. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Inggris unggul lebih dulu atas Prancis dengan skor 4-0 di babak pertama berkat gol Declan…
Laga puncak ini mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. La Furia Roja -julukan Spanyol tampil…
Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…
Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…
Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…