Faris menyebut, meskipun sepi, mau tidak mau dia harus tetap berjualan untuk mencari penghasilan.
Senada dengan Faris, Ume, seorang pedagang lainnya yang menempati salah satu kedai di kawasan itu juga mengeluhkan hal yang sama.
Kendati demikian, apapun konsekuensinya kata Ume sebagai perdagangan sudah harus siap untuk menanggung kondisi sepi yang sering ia alami. “Yah mau gimana lagi,” singkatnya.
Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Pergadagangan (Disperindag) dalam tahun ini berencana membenahinya dan mencari solusi baru untuk nasib pasar pusat kuliner itu.
“Tahun kita benahi untuk tempat pengunjung datang itu yang tahun ini kita programkan untuk dibenahi. Nanti bukan kita pake tenda lagi tetapi kita bangun permanen,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Mimika, Papua Tengah.(mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…
Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…
Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…