Faris menyebut, meskipun sepi, mau tidak mau dia harus tetap berjualan untuk mencari penghasilan.
Senada dengan Faris, Ume, seorang pedagang lainnya yang menempati salah satu kedai di kawasan itu juga mengeluhkan hal yang sama.
Kendati demikian, apapun konsekuensinya kata Ume sebagai perdagangan sudah harus siap untuk menanggung kondisi sepi yang sering ia alami. “Yah mau gimana lagi,” singkatnya.
Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Pergadagangan (Disperindag) dalam tahun ini berencana membenahinya dan mencari solusi baru untuk nasib pasar pusat kuliner itu.
“Tahun kita benahi untuk tempat pengunjung datang itu yang tahun ini kita programkan untuk dibenahi. Nanti bukan kita pake tenda lagi tetapi kita bangun permanen,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Mimika, Papua Tengah.(mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…