Faris menyebut, meskipun sepi, mau tidak mau dia harus tetap berjualan untuk mencari penghasilan.
Senada dengan Faris, Ume, seorang pedagang lainnya yang menempati salah satu kedai di kawasan itu juga mengeluhkan hal yang sama.
Kendati demikian, apapun konsekuensinya kata Ume sebagai perdagangan sudah harus siap untuk menanggung kondisi sepi yang sering ia alami. “Yah mau gimana lagi,” singkatnya.
Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Pergadagangan (Disperindag) dalam tahun ini berencana membenahinya dan mencari solusi baru untuk nasib pasar pusat kuliner itu.
“Tahun kita benahi untuk tempat pengunjung datang itu yang tahun ini kita programkan untuk dibenahi. Nanti bukan kita pake tenda lagi tetapi kita bangun permanen,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Mimika, Papua Tengah.(mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…