“Jadi, penyusunan perencanaan Kota Kapiraya ini juga didorong oleh perlunya pemenuhan standar pelayanan perkotaan yang inklusif bagi masyarakat lokal ketersediaan akses terhadap air bersih, energi, sanitasi, serta sistem transportasi antar desa menjadi isu krusial yang harus dijawab dalam perencanaan ini,” ungkap Santy.
Sementara itu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Mimika, Sumitro Hamzah, menjelaskan bahwa rancangan tata ruang ini dibuat responsif terhadap kearifan lokal agar masyarakat adat tidak terpinggirkan oleh arus modernisasi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah merumuskan rekomendasi kota yang responsif terhadap aspek sosial budaya, mampu mengantisipasi konflik pertanahan, sekaligus mendorong kemandirian pembangunan dari kampung sebagaimana dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati,” ucap Sumitro. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Selatan…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…
Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…
Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…