Categories: MIMIKA

Proyek Pembangunan Fisik di Mimika Mandek

Johannes Rettob: Ini Terjadi Bukan Hanya di Mimika saja

MIMIKA — Hak masyarakat Mimika untuk menikmati fasilitas publik yang layak terancam tertunda lebih lama. Hingga pertengahan Mei 2026, pembangunan infrastruktur di daerah ini masih mandek.  Akibatnya, penyerapan APBD Kabupaten Mimika jalan di tempat—baru menyentuh angka 11,38 persen per 15 Mei lalu.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan lambannya realisasi fisik ini dipicu oleh lonjakan harga material bangunan di tingkat nasional hingga 22 persen, serta melambungnya biaya logistik akibat kenaikan harga bahan bakar. Kondisi global, seperti konflik di Timur Tengah dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, turut memperparah keadaan.

“Orang banyak mengkritisi kenapa sampai pembangunan-pembangunan infrastruktur tidak jalan. Harga-harga barang sekarang hampir di seluruh Indonesia meningkat. Di tempatnya, kita ambil material di Surabaya misalnya, dia naik 22 persen. Belum lagi kalau kita bawa ke sini, transportasinya naik,” tutur Johannes saat diwawancarai, Rabu, 20 Mei 2026.

Mandeknya proyek fisik berisiko merugikan masyarakat karena volume fasilitas publik yang sedianya dibangun kemungkinan besar harus dikurangi.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika tengah melakukan tinjauan ulang demi menyesuaikan harga satuan pekerjaan dengan anggaran yang ada. Jika pemerintah memaksakan proses tender menggunakan patokan harga lama, proyek dikhawatirkan sepi peminat karena para kontraktor enggan merugi.

“Makanya kami review, supaya uang tidak mungkin kita tambah, yang kita lakukan adalah mengurangi volume. Ini masalah kita. Jadi, orang jangan bicara saja. Ini kita yang stress lagi memikirkan hal-hal ini. Dan ini bukan kami yang di Mimika saja,” terangnya.

Johannes menambahkan, serapan anggaran yang ada saat ini masih didominasi oleh belanja jasa, sementara proyek fisik yang langsung menyentuh kepentingan publik masih tertahan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Jaksa Sita Rp300 Juta Terkait Korupsi Lahan Kebun di Mimika

Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…

9 hours ago

Ondoafi Maribu Klaim Lahan Sekolah Rakyat Milik Suku Yarusabra

Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…

10 hours ago

Jalan Bongge Belum Masuk Destinasi Wisata Resmi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…

11 hours ago

Banyak Peternak Baru, Hanya Pembinaan dan Pemasaran Perlu Diperkuat

Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…

12 hours ago

Wajah Depan Kab. Keerom AKan Ditata Sebaik Mungkin

- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…

13 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Salah Satu Penginapan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan,  melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …

14 hours ago