Namun, di tahun 2025 jumlah kasus campak kembali meningkat, hingga menembus angka 524 kasus. Dinas Kesehatan lalu mengirim 348 sampel untuk diuji di Surabaya. Dari jumlah itu, 120 sampel tercatat positif campak. Status KLB pun kembali ditetapkan.
Dinas Kesehatan lalu kemali mengejar percepatan imunisasi dengan langsung mendatangi rumah-rumah dimana terdapat bayi dan anak-anak.
Sementara itu, meski di tahun 2025 pemerintah berhasil menurunkan angka pennyebaran kasus campak, namun di awal tahun 2026 tren kasus kembali menunjukkan adanya kenaikan. Sebanyak 29 kasus diduga campak kembali ditemukan pada awal Januari, dan tersebar di beberapa puskesas di dalam kota Timika.
Kendati demikian, di awal tahun 2026 telah ada 29 kasus terduga campak yang tersebar di beberapa Puskesmas. Namun, Kamaludin menegaskan bahwa angka ini masih bersifat dugaan dan belum diperkuat dengan hasil laboratorium. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…
Informasi yang diperoleh menyebutkan sekitar 18 ABK berada di tiga kapal tersebut. Dari laporan sementara,…