Agung mengatakan, hal yang paling berkesan semasa kerjanya adalah dengan adanya beragam budaya, suku dan ras yang ada di Mimika melahirkan nuansa yang berbeda yang belum tentu didapati di daerah lainnya.
Berbagai perbedaan yang ada di PTFI menumbuhkan rasa kekeluargaan yang sangat tinggi antar sesama karyawan.
Agung menilai, PTFI kini telah melalui banyak perubahan selama puluhan tahun beroperasi di negeri Amungsa. Perbedaan dapat dilihat dari berbagai sektor mulai dari awal beroperasi hingga kini.
“Freeport 30 tahun lalu itu terutama yang berhubungan dengan keselamatan kerja itu jauh sekali dengan yang sekarang,” ungkapnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…