Agung mengatakan, hal yang paling berkesan semasa kerjanya adalah dengan adanya beragam budaya, suku dan ras yang ada di Mimika melahirkan nuansa yang berbeda yang belum tentu didapati di daerah lainnya.
Berbagai perbedaan yang ada di PTFI menumbuhkan rasa kekeluargaan yang sangat tinggi antar sesama karyawan.
Agung menilai, PTFI kini telah melalui banyak perubahan selama puluhan tahun beroperasi di negeri Amungsa. Perbedaan dapat dilihat dari berbagai sektor mulai dari awal beroperasi hingga kini.
“Freeport 30 tahun lalu itu terutama yang berhubungan dengan keselamatan kerja itu jauh sekali dengan yang sekarang,” ungkapnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…
Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…
Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…
Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas…
Para anggota Paskibraka yang dipercaya mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara 17…