Agung mengatakan, hal yang paling berkesan semasa kerjanya adalah dengan adanya beragam budaya, suku dan ras yang ada di Mimika melahirkan nuansa yang berbeda yang belum tentu didapati di daerah lainnya.
Berbagai perbedaan yang ada di PTFI menumbuhkan rasa kekeluargaan yang sangat tinggi antar sesama karyawan.
Agung menilai, PTFI kini telah melalui banyak perubahan selama puluhan tahun beroperasi di negeri Amungsa. Perbedaan dapat dilihat dari berbagai sektor mulai dari awal beroperasi hingga kini.
“Freeport 30 tahun lalu itu terutama yang berhubungan dengan keselamatan kerja itu jauh sekali dengan yang sekarang,” ungkapnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kebijakan tersebut tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 2 Tahun 2026 yang merupakan petunjuk teknis pelaksanaan dari…
Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ketahanan energi Indonesia hanya bergantung pada cadangan jangka…
Menurut Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) itu, status siaga 1 TNI yang…
Terkait dengan THR, Pemerintah Kabupaten Keerom telah menyiapkan dana yang cukup besar, yakni mencapai Rp18…
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Bupati mengumumkan total anggaran sebesar Rp 2 miliar yang dialokasikan…
Pulau kecil ini menjadi saksi awal masuknya Injil di wilayah Tabi—yang meliputi Jayapura, Sarmi, dan…