Categories: MIMIKA

Kepiting Bakau Timika Ekspor Perdana ke Malaysia

Jadi Tonggak Ekonomi Baru di Papua Tengah

MIMIKA – Komoditas perikanan dari perut bumi Cendrawasih kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Melalui fasilitasi Badan Karantina Indonesia (Barantin), kepiting bakau asal Kabupaten Mimika resmi menembus pasar Malaysia.

Pelepasan ekspor perdana ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob-Emanuel Kemong, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan pemangku kepentingan lainnya, berlangsung di Bandara Mozes Kilangin, Timika, pada Rabu (13/5).

Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran dengan nilai ekspor mencapai Rp72 juta.
Keberhasilan ini menandai babak baru bagi pemberdayaan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam Papua yang melimpah. Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menegaskan bahwa ekspor ini bukan sekadar pengiriman barang, melainkan pembuktian bahwa standar produk lokal Mimika telah memenuhi kualifikasi ketat pasar global.

Sebelum diterbangkan, petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium guna memastikan komoditas bebas dari hama penyakit ikan karantina (HPIK).

“Penyerahan dokumen Health Certificate (HC) oleh Karantina Papua Tengah menunjukan bahwa seluruh komoditas telah dinyatakan sehat dan memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik yang ketat oleh petugas karantina,” terang Anton.

Ia menambahkan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan laut yang luar biasa yang jika dikelola dengan baik akan menjadi primadona di pasar dunia.

“Kami menjaga kualitas komoditas Indonesia melalui pengawasan karantina untuk meningkatkan kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor asal Indonesia,” tambah Anton.

Kesuksesan ekspor ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis antara berbagai instansi. Bupati Mimika, Johanes Rettob, yang hadir dalam seremoni pelepasan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terciptanya ekosistem ekspor yang suportif bagi UMKM di wilayahnya.

“Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dan sinergi antara Karantina Papua Tengah, Bea Cukai, UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan daerah,” jelas Johanes.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

8 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

9 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

10 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

11 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

12 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

13 hours ago