

Suasana di Distrik Kwamki Narama, tepatnya di Kampung Amole yang menjadi titik bentrok dua kelompok warga. (Foto: Dokumen Polsek Kwamki Narama).
MIMIKA – Bentrok dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah yakni kubu Newagelen (atas) dan Dang (bawah) sampai saat ini masih terus berlanjut.
Meski sebelumnya telah dilakukan upaya-upaya untuk mendamaikan kedua kelompok yang terlibat bentrok, namun upaya itu tidak jua membuahkan hasil.
Alhasil, bentrok terus berlanjut hingga telah menelan empat korban jiwa serta puluhan lainnya luka-luka akibat terkena anak panah. Untuk korban meninggal dunia 3 dari kubu Newagelen dan 1 dari Dang.
Berkaitan dengan itu, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera membangun tiga pos keamanan sementara yang menjadi hasil rapat forkopimda beberapa waktu lalu untuk menetralisir konflik.
Kapolres menyebutkan bahwa konflik berkepanjangan ini menyebabkan aparat keamanan masih terus disiagakan di lokasi. Di Kwamki Narama, anggota berjaga dan berpatroli secara berkala mulai pagi sampai malam. Kapolres juga menginginkan agar anggota dapat berjaga langsung di lokasi konflik.
Page: 1 2
Terkait ini Polres Mappi langsung bergerak menelusuri apa yang sebenarnya terjadi, mengapa patung tersebut bisa…
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan di kawasan tambang yang selama ini dikenal…
Plt Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengungkapkan bahwa RPJMD nantinya akan menjadi acuan utama bagi…
Sejumlah kawasan di Jayapura memiliki banyak cerita yang dikait-kaitkan dengan hal mistik. Di tahun 90…
Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan 8 Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) yang merupakan usulan pemerintah…
Berbagai lembaga mencatat tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis…