

Ritual adat pembakaran mayat korban bentrok dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat (5/12), (Foto: Dokumen Polsek Kwamki Narama).
Sejak Oktober 2025, Sudah 75 Orang Meninggal Dunia
MIMIKA – Korban meninggal dunia akibat bentrok dua kelompok warga di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama bertambah. Berdasarkan laporan, pada Kamis pagi satu dari pihak pelaku dilaporkan gugur setelah terkena anak panah. Korban bernama mendiang Iman Kula itu telah menjalani ritual adat pembakaran jenazah pada Kamis sore sekitar pukul 14.00 WIT.
Kemudian, pada hari ini terdapat dua orang yang kembali dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit.
“Ini (kedua korban meninggal dunia,red) dari pihak pelaku. Kemarin pagi jam itu satu korban meninggal dunia (MD) dibakar, terus sorenya ada beberapa korban yang dibawa lari ke RSUD, namun sampai di sana satu korban dinyatakan meninggal–yang terkena panah di dada,” kata Ipda Yusak saat diwawancarai Cenderawasih Pos melalui sambungan telepon, Jumat sore.
“Terus yang berikutnya lagi yang terkena panah di pelipis tadi pagi rencana mau dirujuk ke Jayapura untuk operasi namun tidak tertolong terus meningal di RSUD Mimika,” sambunbgnya.
Lanjut dikatakan, pada Jumat pagi korban yang terkena panah di dada yang dilaporkan meninggal dunia telah dibawa ke lokasi bentrok untuk dilaksanakan ritual adat pembakaran mayat.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…