Bupati Mimika Johannes Rettob. (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob bergerak cepat untuk meredam potensi ketegangan sosial setelah dua insiden pembunuhan terpisah mengguncang Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada hari Minggu (29/3).
Dalam pernyataan resminya, Rettob menegaskan bahwa kekerasan tersebut adalah aksi kriminalitas murni dan bukan merupakan indikasi kembalinya konflik antarsuku yang selama ini dikhawatirkan warga.
Berbicara usai membuka Musrenbang RKPD di Kantor Bappeda, Senin (30/3), Rettob mengklarifikasi spekulasi yang beredar di masyarakat yang mencoba mengaitkan insiden ini dengan perselisihan lama di wilayah Kwamki Narama.
“Kasus yang terjadi saat ini sering kali dihubungkan dengan perselisihan antara keluarga Dang dan keluarga Negalen. Saya tegaskan itu tidak benar,” ujar Bupati. Ia menekankan bahwa proses rekonsiliasi di Kwamki Narama telah mencapai resolusi formal dan adat yang final.
Page: 1 2
Jadi aparat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya kelompok Batalyon Eden…
Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…
Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…
-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota…
Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…