

Perwakilan ahli waris tanah landasan Pacu Bandara Sentani saat diawwancarai wartawan di kompleks Kantor DPRD Jayapura, Sabtu (29/8). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)
*Terkait Kepemilikan Tanah Landasan Pacu Bandara Sentani*
SENTANI-Para ahli waris tanah landasan pacu Bandara Sentani meminta Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE, M.Si agar segera mengeluarkan surat rekomendasi kepemilikan tanah landasan pacu Bandara Sentani. Surat rekomendasi ini sangat penting bagi mereka sebagai syarat utama bagi ahli waris tanah ini untuk memperjuangkan hak mereka ke pemerintah pusat.
Pemegang hak ahli waris tanah landasan pacu Bandara Sentani, yang juga sebagai Ondofolo Nihikham Phaloleu, Victor Abihud H. Moni mengatakan, dokumen kepemilikan tanah ‘Wabua’ yang kini sudah dijadikan sebagai landasan pacu di Bandara Sentani itu, sebelumnya sudah diserahkan ke pemerintah pusat dan sekaligus pihaknya juga sudah pernah melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat mengenai penyelesaian hak-hak mereka atas tanah itu.
“Sebagai ahli waris dari tanah landasan pacu Bandara Sentani, saya pernah menyerahkan dokumen tanah bandara tersebut kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Dia mengatakan, meskipun dokumen kepemilikan tanah landasan pacu itu sudah diberikan kepada pemerintah pusat, namun sampai saat ini, hak-hak mereka masih diabaikan. Sehubungan dengan itu, dia mengaku, pemerintah pusat sesungguhnya masih membuka diri untuk menyelesaikan hak-hak mereka terkait kepemilikan tanah landasan pacu Bandara Sentani itu.
Setelah pertemuan pertama dengan pemerintah pusat, maka pada pertemuan berikutnya, para ahli waris ini harus memperoleh rekomendasi dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Jayapura terkait kepemilikan tanah landasan pacu Bandara Sentani itu.
“Kami minta kepada pemerintah daerah segera mengeluarkan rekomendasi daerah, untuk kami bisa kembali bertemu dengan pemerintah pusat,” pintanya.
Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw SE, MSi, yang dikonfirmasi media ini, Sabtu (29/8), menjelaskan, surat rekomendasi itu saat ini sedang dalam proses. Meski begitu, dia meminta kepada masyarakat yang mengklaim kepemilikan atas tanah tersebut supaya tidak memperjuangkan hak mereka dengan cara masing-masing.
“Sedang disiapkan (surat rekomendasi), tapi sebelumnya mereka harus bersatu, jangan kelompok-kelompok yang datang,”tegasnya.(roy/tho)
Pantai Ciberi tahun ini telah bersolek. Siapa sangka, lokasi yang dulunya gelap, dipenuhi pohon kelapa,…
Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…
Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…
Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan, dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…
Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…