Categories: SENTANI

BNN Lakukan Rehabilitasi ke Anak Penguna Narkotika

SENTANI- Kepala Badan Narkotika Kabupaten Jayapura,  Arianto mengatakan, anak-anak yang diketahui terlibat dalam bisnis dan pemakai aktif narkotika jenis ganja di salah satu sekolah di Kabupaten Jayapura saat ini sedang menjalani rehabilitasi.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak sekolah,  anak-anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis ganja itu dipastikan dikeluarkan dari lembaga pendidikan yang menjadi tempat anak-anak ini belajar.  Namun pihaknya telah memberikan masukan kepada pihak sekolah,  agar anak-anak yang terlibat penyalahgunaan ganja tidak perlu dikeluarkan karena anak-anak ini juga korban penyalahgunaan.

“Masa transisi dari anak-anak menuju remaja,  sehingga kurang tepat kalau dikeluarkan.  Dia perlu pembinaan,  dengan solusi kita rehab, supaya dia juga tetap sekolah. Jam-jam rehabnya kita sesuaikan supaya tidak mengganggu pada saat jam pelajaran,” kata Arianto, Jumat (28/10).

Dia mengatakan,  dari hasil kerja BNN Kabupaten Jayapura,  lebih dari 20 anak-anak yang terlibat dalam penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Jayapura.  Saat ini baru sekitar 8 orang anak dengan pendampingan orang tua yang melakukan rehabilitasi.  Karena proses rehab terhadap anak ini harus diketahui oleh orang tua kandung.

“Saya belum tahu jumlah sampai hari ini sudah berapa yang direhab, nanti saya tanyakan lagi. Kalau menurut saya anak-anak ini tidak boleh dikeluarkan dari sekolah, karena mereka masih punya masa depan. Mereka boleh kehilangan masa lalu tetapi tidak boleh kehilangan masa depan,”ujarnya.

Dia mengatakan,  tanggung jawab terhadap kondisi ini sebenarnya mulai dari orang tua, lingkungan masyarakat dan juga pemerintah.  Orang tua juga perlu melakukan pengawasan yang ketat terhadap pergaulan anak-anaknya. Dia berharap ada upaya nyata dari pemerintah melalui instansi terkait dengan kondisi ini.

  “Ini juga saya merasa kurang mengerti,  meskipun sudah diberitakan melalui media tetapi ini masih dilihat sebagai masalah yang biasa-biasa saja.  Saya ingin ada reaksi dari pemerintah bahwa kita harus bagaimana menyikapi masalah ini,” imbuhnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

20 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

21 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

22 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

23 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

24 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

1 day ago