

Polisi saat mengamankan pelajar yang tawuran di Sentani, Jumat (26/10). (foto:Yohana/Cepos)
SMKN 1 dan SMAN 1 Sentani Selama ini Melahirkan Siswa Berprestasi
SENTANI – Aksi tawuran antar pelajar yang terjadi di Sentani selama tiga hari terakhir, mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian dan pemerintah Kabupaten Jayapura.
Wakil Bupati Jayapura, Harus R. Yoku, menyampaikan berdasarkan keterangan kepolisian, penyebab utama tawuran ini dipicu oleh keberadaan sejumlah akun anonim atau akun hitam di media sosial yang menyebarkan isu-isu tidak benar. Isu tersebut memprovokasi para pelajar, terutama dari kelompok SMK Negeri 1 Sentani, hingga akhirnya terpancing untuk melakukan aksi kekerasan.
“Kami minta semua pihak untuk turun langsung ke lapangan. Tawuran ini sudah berlangsung tiga hari dan sangat meresahkan masyarakat. Jika terus dibiarkan, bukan hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga bisa mengancam nyawa manusia,” ujar Harus Yoku saat memantau langsung situasi di Sentani.
Ia menegaskan, dua sekolah yang terlibat, yakni SMA Negeri 1 Sentani dan SMK Negeri 1 Sentani, selama ini dikenal sebagai sekolah-sekolah yang banyak melahirkan siswa berprestasi.
“Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Sekolah tidak menjadikan anak-anak seperti preman, melainkan tempat mereka belajar menjadi orang hebat di masa depan,” lanjutnya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…