Sebagai bentuk tekanan, masyarakat adat telah melakukan pemalangan terhadap sejumlah fasilitas umum, termasuk beberapa sekolah seperti SD Negeri Inpres Kehiran, SD Negeri Inpres Doyo Lama, SD Negeri Inpres Doyo Baru, SD Negeri Inpres Toladan, SD Negeri Inpres Hobong, serta SMP Hobong dan Kantor Distrik Sentani. Selain itu, Daud mengungkapkan potensi pemalangan juga akan meluas ke fasilitas lain seperti Puskesmas Sentani di Kemiri, Puskesmas Komba, Kantor Lurah Hinekombe, sejumlah ruas jalan, hingga pasar.
Ia menegaskan, langkah ini diambil karena masyarakat adat merasa dirugikan akibat janji penyelesaian yang belum terealisasi. Meski demikian, pihaknya memastikan aksi yang dilakukan akan berupa penyampaian aspirasi secara damai. “Kami akan melakukan aksi damai untuk meminta pemerintah segera menyelesaikan hak-hak kami sebagai pemilik tanah adat,” pungkasnya.(ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…
Menyambut musim Ibadah haji atau Hari Raya Iduladha, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesannya,…
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…