

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay memberikan keterangan kepada wartawan di salah satu kafe di Sentani, Sabtu (23/8) (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI – Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, menegaskan bahwa praktik pemalangan sebagai bentuk protes di Kabupaten Jayapura kini tidak lagi dibiarkan berlarut-larut. Setiap ada aksi pemalangan, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi, membuka palang, dan membawa para pelaku ke Kantor Bupati untuk dilakukan mediasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Jadi setiap kali ada pemalangan, kepolisian bersama pemerintah langsung bertindak. Orang-orang yang melakukan pemalangan kami ajak ke Kantor Bupati agar permasalahan bisa diselesaikan melalui jalur dialog,” tegas Kapolres, saat melakukan bincang bincang bersama awak media di salah satu kafe di Sentani, Sabtu (23/8)
Ia menjelaskan, baik Bupati, Wakil Bupati, maupun Polres Jayapura telah membuka ruang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau menyelesaikan persoalan. Warga dapat memilih untuk menyelesaikannya di Polres atau di Kantor Bupati tanpa harus melakukan pemalangan yang justru merugikan banyak pihak.
“Pemalangan bukan solusi. Pemerintah dan kepolisian siap menerima aspirasi masyarakat. Kami ingin semua masalah diselesaikan dengan musyawarah, bukan dengan tindakan yang mengganggu pelayanan publik,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengubah budaya protes masyarakat di Kabupaten Jayapura menuju cara-cara yang lebih bijak, damai, dan solutif, sehingga pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan tanpa hambatan.
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…