

Salah seorang anak saat menjalani Rapid Test dari petugas kesehatan di Pasar Lama Sentani, Jumat (24/4).(FOTO: Robert Cepos Foto)
SENTANI-Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan Rapid Test bagi warga di Pasar Lama Sentani.
“Setiap hari kita targetkan 50-70 orang ikuti Rapid Test,”kata Khairul Lie saat dihubungi Cenderawasih Pos melalui sambungan teleponnya, Jumat (24/4) kemarin.
Dia mengatakan, ada sekitar 3 ribuan warga di Kompoleks Pasar Lama. Namun tidak semua warga tersebut akan mengikuti Rapid Test. Sejauh ini pihaknya masih mengalami keterbatasan untuk jumlah alat Rapid Test.
“Yang ada saat ini baru seribuan, kita tidak mungkin bisa melayani semua warga yang ada di situ,” jelasnya.
Pemeriksaan terhadap warga yang ada di Pasar Lama dilakukan berdasarkan riwayat kontak darurat dan dilakukan di wilayah yang dianggap cukup banyak warga yang sudah dinyatakan positif Covid-19.
Dia mengatakan, untuk warga yang hasilnya reaktif di dalam proses pemeriksaan Rapid Test itu tetap diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Disamping itu, petugas kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan swab tenggorokan untuk memastikan positif atau tidaknya seseorang.
“Meskipun dari hasil pemeriksaan Rapid Test ini, seseorang sudah positif, namun kepastiannya setelah melalui pemeriksaan swab tenggorokan,” paparnya. (roy/tho)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…