Categories: SENTANI

Lantik Pengurus, Adat Punya Mekanisme Sendiri

Pertemuan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si bersama DAS Moi di Kantor Bupati Jayapura, Senin (24/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi melakukan rapat terbatas dengan tokoh masyarakat dari Dewan Adat Suku (DAS) Moi di Kantor Bupati Jayapura, Senin (24/2).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, rapat itu membahas mengenai kepengurusan dan struktur dari DAS Moi. Di mana salah satu poinnya terkait belum adanya surat Keputusan (SK) Bupati Jayapura terhadap kepengurusan yang baru dipilih berdasarkan hasil musyawarah DAS Moi. Dalam rapat itu, Bupati Matius menjelaskan, untuk pengukuhan dan pelantikan kepengurusan yang baru itu sebenarnya bukan tugas dan tanggung jawab bupati. Karena sejatinya adat itu ada di kampung, sehingga keputusan tertinggi kembali ke adat.

“Saya bilang adat itu tidak ada hubungannya dengan bupati. Jadi kalian punya mekanisme pelantikannya seperti apa, itu kalian putuskan sendiri.  Pemerintah hanya hadir untuk menyaksikan saja,” kata Bupati Mathius menjelaskan saat ditanya wartawan usai rapat di Kantor Bupati, Senin (24/2).

Menurutnya, selama ini ada yang salah dilakukan sehubungan dengan pembentukan LMA.  Kata dia, selama ini, LMA terkesan dibentuk oleh orang diluar adat yang seharusanya adat sendirilah yang membuat peraturan dan mekanisme untuk memutuskannya sesuai aturan adat yang berlaku.

“Di mana-mana itu kan LMA  itu dibentuk oleh orang luar. Nah   itu yang tidak boleh lagi, kita luruskan itu. Karena adat itu ada di kampung-kampung dan di atas itu tidak ada,” jelasnya.

Sehingga mrnurutnya, kalau mau dilantik (dewan adat itu) harus dilakukan menurut adat. Mulai  dirumuskan sendiri bukan oleh pemerintah.

Sehubungan dengan itu, menurut Mathius tugas dari DAS ini sebenarnya untuk mempersiapkan kampung kampung adat. Mereka punya tanggung jawab untuk mendampingi, memperkuat struktur dan tugas-tugas adat.

“Ini harus dibentuk dan  kerja mereka  Dewan adat suku ini akan berfungsi untuk itu, dan mereka sudah siapkan 9 Kampung Adat.  Setelah itu mereka akan tambah lagi,” ungkapnya menambahkan. (roy/tho).

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

13 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

14 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

18 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

19 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

20 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

21 hours ago