Categories: SENTANI

H-1 Pleno, Diduga Jual Beli Surat Suara Marak

Nulce  Monim ( FOTO : Robert Mboik Cepos)

Keberadaan Bawaslu Dipertanyakan

SENTANI- Jual beli surat suara sehari jelang  pelaksanaan pleno hasil pemilihan umum tingkat distrik di Kabupaten Jayapura, diduga marak terjadi. Keberadaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun dipertanyakan.

Nulce  Monim, salah satu tokoh masyarakat yang juga sebagai Ondofolo Putali membeberkan sejumlah fakta mengenai hal itu.

Bahkan untuk meyakinkan wartawan, dirinya menghubungi beberapa pihak yang berusaha menjual suara kepada para Caleg. Harganya cukup menggiurkan, mulai dari Rp 50 juta bahkan lebih.

“Sampai tadi malam  orang-orang hubungi saya untuk menanyakan terkait hal ini bahkan ada yang mengantarkan surat sisa sebanyak 100 lembar dan dijual dengan harga Rp 100 juta dan itu sedang ditawarkan,”ungkap Ondofolo Nulce  Monim  kepada wartawan di Jalan Kemiri Sentani, Selasa (23/4).

Lantas dia mempertanyakan keberadaan Bawaslu Jayapura yang dinilai tidak bekerja maksimal selama pelaksanaan Pemilu ini berlangsung.

“Kami selaku masyarakat menilai  keberadaan Bawaslu Kabupaten Jayapura ini belum menunjukkan kewibawaannya,” bebernya.

Dia mengatakan, kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu kali ini sangat tinggi. Bahkan itu dilakukan secara terang-terangan oleh oknum yang sedang berjuang untuk meraih suara terbanyak dalam Pemilu kali ini. Menurut dia, hal semacam ini seharusnya bisa diantisipasi ataupun ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Namun faktanya sekarang, cukup banyak kecurangan dan tindakan pelanggaran hukum berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu ini. Mirisnya lagi, kondisi seperti ini seolah dibiarkan begitu saja.

“Bahkan serangan fajar kemarin itu terang terangan, jangan lihat nilai uang yang dikasih  karena meskipun cuma seratus atau dua ratus ribu ya, karena momen Pemilu tetap saja ini adalah pelanggaran,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura, Zakarias Rumbewas belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah ini. Media ini sudah berusaha menghubungi dan mengirim pesan melalui WhatsApp tapi belum ada respon.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

56 minutes ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

2 hours ago

Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…

6 hours ago

PBB Sebut Israel Sengaja Menargetkan Anak-anak di Gaza

Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…

7 hours ago

Sejumlah Anak Terpapar, Merauke Berstatus KLB Campak

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…

23 hours ago

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

24 hours ago