Saat ini terdapat 24 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Jayapura dan seluruhnya dalam kondisi baik. Namun demikian, pihaknya masih menemukan kendala pada variasi menu makanan yang dinilai masih terbatas, yakni sekitar lima hingga tujuh menu.
Menurut Gunalan, keterbatasan variasi menu dapat membuat anak-anak merasa bosan sehingga pihaknya mendorong para ahli gizi untuk menciptakan menu yang lebih beragam seperti di sejumlah sekolah di Pulau Jawa yang telah memiliki 20 hingga 30 variasi menu secara bergilir setiap hari.
“Tantangan utama yang dihadapi adalah sulitnya distribusi bahan baku akibat kondisi geografis,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya akan mendorong pengembangan menu berbasis kearifan lokal agar bahan pangan yang tersedia di daerah dapat dimanfaatkan sebagai menu MBG yang tetap disukai anak-anak.(ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…