Categories: SENTANI

Jadi Pilot Projek Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak

SENTANI-Dua kampung di Kabupaten Jayapura yakni Kampung Yoboi dan Asei Besar, terpilih menjadi pilot projek  launching desa ramah perempuan dan peduli anak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, DP3AKB Provinsi Papua serta Unicef, berlangsung di Hotel Horison Sentani, Senin (21/8) kemarin.

Kepala DP3A Kabupaten Jayapura, Miryam Saumilena mengungkapkan, launching ini sesuai instruksi Presiden RI di dalam Instruksi Presiden untuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

Salah satunya dari lima item didalamnya untuk mempercepat pembangunan melalui desa ramah perempuan dan peduli anak. Oleh karena itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan,  khususnya Deputi Perempuan dan Anak bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua. 

Dalam hal ini melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Papua bersama-sama dengan Kabupaten Jayapura mencanangkan launching dan peduli  anak dan dalam hal ini juga dibantu Unicef.

Dijelaskan, tujuan dari launching kampung ramah perempuan dan perlindungan anak  ini supaya tidak terjadi atau mengurangi kekerasan perempuan dan anak di tingkat kampong.

Juga  meningkatkan kewirausahaan yang ada di kampung, menunda perkawinan dini karena ibu-ibu menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah, menunda perkawinan dini, termasuk memberikan perlindungan kesehatan bagi anak-anak di kampung.

“Kampung Yoboi dan Asei Besar menjadi kampung pertama di Papua dan di Kabupaten Jayapura menjadi barometer kampung ramah perempuan dan peduli anak. Semoga dengan adanya launching ini Kabupaten Jayapura bisa menjadi contoh untuk semua kampung yang ada di Provinsi Papua,”ucapnya.

Sementara itu, Perencana Muda Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan anak Fitrah Andika Sugiono mengatakan, kegiatan launching ini untuk mendorong isu-isu terkait perempuan dan anak sampai level desa/kampung, termasuk pengembangan perempuan dan aspirasi anak serta membentuk forum perlindungan anak.

Intinya untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta mengeluarkan kekerasan di desa, serta peran perempuan hingga ke desa itu juga harus ada dan diberikan kesempatan.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago