

Tokoh pemuda Tabi, Alberth Yohanes Manggo bersama tokoh gereja Papua, Pdt Albert Yoku, Sabtu (19/3) lalu.( foto: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Pro kontra mengenai wacana pemerintah pusat untuk pemekaran Provinsi Papua belakangan ini memang kian gencar. Namun demikian masyarakat Tabi tetap mendukung penuh dan konsisten terus memperjuangkan pemekaran DOB itu sampai terwujud.
“Kami dari Pemuda Tabi akan berdiri di depan mengawal apa yang telah menjadi kesepakatan bersama Asosiasi Bupati dan Walikota se-Tanah Tabi untuk pemekaran. Kami akan mendorong terus ini hingga pemekaran terwujud,” kata Alberth Yohanes Manggo kepada sejumlah wartawan di Sentani, Sabtu (19/3).
Pihaknya menjelaskan, pemekaran DOB ini sangat diperlukan di wilayah Papua. Hal ini didasari pada beberapa faktor, pertama soal kondisi geografis Papua yang sangat luas. Kemudian, angka pengangguran yang dinilai masih cukup banyak, kesejahteraan masyarakat yang juga belum merata, pendidikan dan kesehatan juga masih menjadi alasan.
Atas dasar tersebut, perjuangan pemekaran didorong oleh Asosiasi Bupati dan Walikota Seluruh Tanah Tabi dan para tokoh adat di wilayah adat Tabi sejak beberapa tahun lalu dan di era pemerintahan Presiden RI Joko Widodo, pemekaran yang diperjuangkan sudah disetujui Presiden.
“Pro kontra ini menjadi hal yang lumrah, namun perjuangan masyarakat adat di wilayah adat Tabi untuk memperjuangkan hak kesulungan atas wilayahnya sendiri tentu butuh perjuangan ekstra,” tandasnya.
Sehubungan dengan hal itu, pemuda Tabi Bersatu kemudian menginisiasi dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama para tokoh diwilayah adat Tabi, yang meliputi tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan, serta anggota MRP dan DPR Papua dari wilayah adat Tabi.
Hearing yang dilakukan untuk menyatukan persepsi ini digelar, di Aula Puspenka, Hawaii, Kota Sentani, Sabtu (19/3)
“Kami melihat orang tua-tua kita, saudara-saudara kita di kampung-kampung yang selama ini jalannya belum tembus dan terdapat kesenjangan dan terisolasian keterpurukan secara ekonomi. Nah, ini yang perlu kita selamatkan. Tidak ada cara lain, karena dengan pemekaran lah persoalan yang ada akan terselesaikan,”tandasnya.(roy/ary)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…