Categories: SENTANI

Gelaran Pasar Murah untuk Tekan Inflasi

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Kabupaten Jayapura guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Elphina Situmorang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Jayapura yang juga melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta pelaku UMKM.

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut turut ditampilkan berbagai produk lokal dan hasil kerajinan masyarakat binaan pemerintah daerah. “Kami menghadirkan pasar murah dengan melibatkan OPD serta UMKM yang menampilkan produk-produk lokal dan hasil kerajinan dari usaha masyarakat,” ujarnya Senin (16/3).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga memberikan subsidi terhadap sejumlah komoditas pangan seperti beras, cabai, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya, termasuk minyak tanah, sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang lebih murah.

“Elalui pasar murah ini kami memberikan subsidi terhadap beberapa bahan pangan seperti beras, cabai, serta kebutuhan lainnya agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Elphina menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi, terutama karena kegiatan ini digelar menjelang Idul Fitri sekaligus sebagai upaya pemerintah menekan laju inflasi di daerah.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di wilayah Limborang dengan respons masyarakat yang juga cukup besar.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang hari raya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Jayapura.

Ia memastikan bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Jayapura masih dalam kondisi aman meskipun produksi lokal belum sepenuhnya memenuhi target.

“Ketersediaan pangan untuk Kabupaten Jayapura masih cukup karena selain produksi lokal, pasokan dari luar daerah juga tetap tersedia,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa cadangan pangan pemerintah daerah saat ini berada di atas standar minimal yang ditetapkan.

“Cadangan pangan yang seharusnya berada pada angka sekitar 1,9 persen, saat ini sudah mencapai sekitar 3 persen atau sekitar 4.000 ton, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

12 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

16 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

22 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

23 hours ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

1 day ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

1 day ago