

Kasat Narkoba Polres Jayapura, Iptu Neovaldo Sitinjak
Untuk Mengejar Pelaku Utama Pengedar Ganja
SENTANI- Polres Jayapura masih terus mengejar salah satu terduga pelaku pengedaran narkotika jenis ganja di wilayah hukum Polres Jayapura, di mana yang bersangkutan merupakan pelaku utama atau yang mengendalikan peredaran ganja yang melibatan dua pelajar yang kini sudah ditetapan tersangka.
” Kita terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) guna menangkap orang tersebut,” kata Kasat Narkoba Polres Jayapura, Iptu Neovaldo Sitinjak ketika dikonfirmasi media ini, Rabu (16/6).
Dia mengatakan, untuk menangkap dan mengungkap keberadaan pelaku, polisi telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk anggota keluarga dari yang bersangkutan.
“Kita juga masih berkomunikasi, termasuk dengan pihak keluarga untuk mengetahui keberadaan pelaku,”ujarnya.
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan kepolisian bahwa selain dua tersangka yang diamankan pada saat itu, ternyata ada juga salah satu orang yang paling berperan dalam keterlibatan dua pelajar tersebut. Di mana yang bersangkutan ini merupakan tokoh utama yang mengendalikan atau yang meminta kedua pelajar ini untuk melakukan transaksi narkotika jenis ganja di Kabupaten Jayapura.
“Seperti biasa pengakuan mereka katanya baru satu kali. Tetapi kami tidak mungkin percaya begitu saja, tetap melakukan pengembangan terkait kasus ini,”tandasnya. (roy/tho)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…