Categories: SENTANI

Pemenuhan Obat Malaria Prioritaskan Faskes Pemerintah

SENTANI-Obat malaria lini satu artesunat dan turunannya sempat mengalami kelangkaan dalam penyediaanya. Namun saat ini kelangkaan ini sudah mulai ditangani oleh pemerintah.

Sekretaris  Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengatakan, kelangkaan obat malaria ini memang terjadi dari pusat produksi, sehingga berdampak pada penyaluran atau distribusi sampai di daerah,  termasuk di Kabupaten Jayapura.

“Khusus untuk lini satu artesunat dan turunannya itu adalah obat program dari provinsi dan pusat. Kita di kabupaten tidak pengadaan obat  karena itu pintunya lewat provinsi dan pusat, ” kata Edward Sihotang .

Namun demikian, ketersediaan obat malaria lini satu itu untuk difasilitas kesehatan milik pemerintah tetap diprioritaskan  untuk dipenuhi.

“Memang sempat terjadi kekosongan karena produksi dari penyedia yang ditunjuk itu tidak mengirimkan barangnya melalui provinsi dan pusat.  Tetapi kemarin kami sudah dapat, kita sudah dorong ke puskesmas dan klinik kerjasama dengan pemerintah,” katanya.

Dia mengatakan, untuk pemenuhan obat malaria di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan pemerintah seperti klinik swasta tetap menggunakan obat malaria lini dua seperti kina  dan prima queen. Itu juga stok obatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien malaria di Kabupaten Jayapura.

“Tetapi obat obat lini dua seperti kina  dan prima queen kita bisa mengadakan, Stok  kita cukup.  Untuk kondisi ini kita sudah koordinasi dengan pemerintah provinsi sebelum lebaran lalu,   ketika kami kontak ke provinsi obatnya sudah tiba,” imbuhnya.

Lanjutnya,  untuk Kabupaten Jayapura ada sejumlah klinik yang bekerjasama dengan pemerintah terutama klinik swasta dan juga TNI-Polri.

“Di Kabupaten Jayapura klinik kerjasama yang saya ketahui dari Sentani sampai di Sinar Mas itu ada sekitar 5 klinik yang kita kerja sama.  Ada juga apotik tapi saya tidak terlalu hafal jumlahnya. Termasuk apotik yang dimiliki TNI-Polri juga ada kerja sama.  Supaya mereka bisa mendapat obat gratis.  Syaratnya harus memberi laporan rutin.  Jadi obat sudah ada dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,”tambahnya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Motif Pembunuhan  Anak Kandung Diduga Persoalan Internal Keluarga

Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…

2 days ago

Ada 4 Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

​Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…

2 days ago

Angka Kemiskinan Naik 12,03 Persen, Bapperida Dorong Penguatan Data

- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…

2 days ago

Disorot DPRP, Gubernur Diminta Jelaskan Sisa Dana Cadangan

–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…

2 days ago

Salah Gunakan Izin Tinggal, Dua Warga Cina Dideportasi

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…

2 days ago

​Bukti Medis Diklaim Luka Tembak Peluru Karet

BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…

2 days ago