

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kelima kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) yang diterima langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, di Kantor BPK-RI Perwakilan Papua, Rabu (15/3).
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kabupaten Jayapura, Subhan, SE, mengatakan, WTP yang diraih berturut-turut lima kali ini merupakan komitmen bupati dalam tujuan pengelolaan keuangan yang good governance dan akuntabel.
“Opini WTP yang diraih ini yang kelima kalinya berdasarkan Laporan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Tahun 2018 oleh BPK RI,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (16/5).
Walaupun meraih WTP, namun Subhan menyampaikan, perlu penertiban pengelolaan terkait aset dan ini memang seluruh daerah alami hal demikian.
“Kami apresiasi kepada seluruh OPD dengan kooperatif memberikan data dan informasi yang detail selama dalam pemeriksaan,” ujar Subhan.
Subhan menyatakan, pemberian WTP dari BPK-RI kepada Kabupaten Jayapura karena dinilai telah memberikan informasi keuangan yang didasarkan pada kriteria, kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan, pengungkapan laporan keuangan yang dijelaskan secara lengkap dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK), kepatuhan tentang peraturan perundang-undangan seperti pengadaan barang dan jasa sudah sesuai regulasi yang berlaku, efektivitas Sistem Pengendalian Internal (SPI).
“SPI ini meliputi penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prosedur dan pedoman mekanisme atau aturan berlaku seperti tepat waktu pelaporan, tepat waktu penetapan APBD dan tepat waktu pelaksanaan kegiatan dan lain-lain,”pungkasnya. (bet/tho)
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…