Categories: PEGUNUNGAN

Warga Maluku di Peguteng Diminta Jangan Percaya dan Sebarkan Berita Hoax

Pawai Obor dalam rangka perayaan HUT Pattimura ke 202  yang dipusatkan  di Gedung Ukumiarek Asso Wamena, Rabu (15/5) malam.  ( FOTO : Denny/Cepos )

WAMENA-Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) se-Pegunungan Tengah Papua, Christian Sohilait meminta seluruh warga Maluku yang ada di Jayawijaya dan kabupaten lainya di pegunungan tengah Papua, tetap menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah dengan isu-isu yang tidak penting dan belum terbukti kebenarannya alias hoax. Sebab, isu itu hanya memecah belah persatuan warganya di Pegunungan Tengah Papua.

  “Kita ini gampang sekali percaya hoax sehingga bisa terpecah belah. Warga Maluku itu selalu kental dengan Pela Gandong, baik muslim, kristen tetap bersaudara, sehingga jangan cepat termakan informasi yang tidak benar, harus memilah yang benar dan hoax,” katanya saat peringatan HUT Pattimura ke 202, di gedung pertemuan Ukumearek Asso Wamena, Rabu (15/5) malam.

  Selain itu kata Sohilait, momentum 202 tahun ini masyarakat Maluku diminta ikut menjadi penyejuk bagi bangsa ini yang sedang melakukan pemilu,  dimana suasana yang sedang memanas. Karena sebentar lagi akan menyaksikan pengumuman hasil dari pemilu yang telah dilakukan, sehingga apapun hasilnya harus didukung oleh warga Maluku.

  “Situasi sudah hiruk pikuk seperti sekarang ini, marilah kita menjadi penyejuk, penenang. Sehingga pada 22 Mei 2019 nanti, waktu pengumuman KPU suasana sejuk, kita ambil bagian di dalamnya,” katanya.

   Di sisi lain, menurut Sekda Lanny Jaya, ia juga berharap warga Maluku dapat menjadi pahlawan pembangunan di setiap profesi yang digeluti saat ini, sehingga bersama-sama membangun Jayawijaya dan kabupaten lainnya di Pegunungan Tengah Papua dalam berbagai profesi sehingga dapat semakin maju.

  “Warga Maluku juga jangan merugikan diri sendiri dengan mabuk-mabukan, berjudi dan kita terus mendeteksi lebih dini,” tegasnya.

   Sementara itu,  Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua dalam sambutanya yang disampaikan staf ahli, I Made Putra meminta warga Maluku dan seluruh masyarakat di Jayawijaya dapat terus menjaga ketentraman dan ketertiban, jangan terlibat dalam tindakan pelanggaran hukum.

Selain itu kata bupati, budaya “Pela Gandong” yang ampuh merekatkan tali kasih persaudaraan dan silahturahmi. Dimana, hal itulah yang diilhami Pattimura untuk membangun persaudaraan dan kekuatan perang melawan penjajah belanda.

  “Sebab itu, Pattimura-pattimura muda di pegunungan tengah Papua kita bangun tali persaudaraan dan silahturahmi dengan masyarakat yang lainnya dipegunungan tengah Papua,” bebernya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Wagub Tegur Kehadiran ASN Saat Apel Sangat Rendah

Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…

5 hours ago

Keuskupan Desak Dilakukan Investigasi

Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…

6 hours ago

Hasil Nobar Pesta Babi Capai Rp517,9 Juta

Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…

7 hours ago

Ironi, Remaja Zaman Sekarang Lebih Banyak Duduk daripada Bergerak

Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…

8 hours ago

Bukan Busur Jutaan Melainkan Berbahan Pipa Paralon

Plak. Anak panah menancap tepat di lingkaran sasaran. Di sisi lapangan, tepuk tangan langsung pecah.…

11 hours ago

Ondoafi Hebeybhulu: Pemuda Yoka Harus Bergerak dan Berubah

Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari…

12 hours ago