

Mesin Alkon saat digunakan untuk menyedot air yang meluap dari drainase yang ada di pertigaan mata Jalan BTN Sosial, samping Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti, Sentani, baru-baru ini. (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI– Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan, masalah genangan air atau banjir yang masih terjadi setiap kali hujan deras di depan Saga Kemiri dan pertigaan mata jalan BTN Sosial Sentani, tetap menjadi perhatian serius Pemkab Jayapura.
Saat ini Pemkab Jayapura juga terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Jayapura dan pihak lainnya, dalam upaya menangani banjir di dua titik jalan tersebut.
“Kami harap masyarakat tetap rasional mendukung upaya penanganan banjir yang kami lakukan dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Jayapura. Memang tidak mudah tapi masyarakat harus bisa mengerti dan mendukung,”ucapnya, Selasa (14/5) kemarin.
Triwarno menjelaskan, penanggulangan banjir di Sentani memang tidak mudah. Segala sesuatu yang dilakukan tidak bisa serba cepat, tapi butuh waktu perencanaan, anggaran dan dukungan dari masyarakat.
Dijelaskan, sebenarnya Triwarno tahu terkait kondisi awalnya seperti apa. Kalau dikembalikan ke pemerintah, ada beberapa bangunan milik warga yang harus dibongkar karena membangun di wilayah drainase atau jalan air. Karena mereka membangun maka saluran airnya jadi sempit dan tidak sebanding dengan air yang mengalir, sehingga ini juga harus bisa dipahami warga yang tinggal di dekat drainase.
“Kita dalam upaya menata, jadi masyarakat harus bersabar dan percaya dengan Pemkab Jayapura,”ujarnya.
Diakui, Pemkab Jayapura juga sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Jayapura, sehingga diharapkan tahun ini masalah banjir bisa ditangani bersama dengan serius oleh Pemkab Jayapura melalui dinas terkait. Dari Balai Jalan Nasional Wilayah Jayapura juga, sehingga ada solusi tepat untuk mengatasi masalah banjir.
Triwarno juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan, jangan membuang sampah sembarangan karena jika sampai- sampah itu masuk ke drainase, tentu akan menyumbat saluran air tersebut dan air akan meluap kemana-mana.(dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…