

Tampak mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang di bak tempat pembuangan sampah di jalan Tabita, Sentani, Sabtu (9/3). Sampai sekarang belum terungkap siapa yang membuang dan ibu yang melahirkan. (foto: Humas Polres Jayapura for Cepos)
SENTANI-Penyelidikan soal siapa yang membuang mayat bayi berjenis kelamin perempuan di bak tempat pembuangan sampah di Jalan Tabita, Sentani pada Sabtu (9/3) lalu, sampai sekarang belum juga terungkap. Padahal Satuan Reskrim Polres Jayapura telah memeriksa CCTV yang berada di sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) .
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, sampai saat ini Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan mayat bayi yang ditemukan di bak tempat pembuangan sampah melalui CCTV yang ada disekitaran TKP.
Siapa tahu melalui CCTV ini ada petunjuk yang mengarah kepada siapa pelaku yang membuang mayat bayi tersebut. Apakah saat dibuang masih dalam keadaan hidup atau memang sudah tidak bernyawa. Apakah yang membuang ini memang ibu yang melahirkan atau orang yang di suruh.
“Kita masih terus melakukan pengembangan penyelidikan, karena saat kejadian mayat bayi tersebut di temukan petugas kebersihan dari DLH waktu mau mengangkat sampah dan melihat sosok mayat bayi lalu dilaporkan ke kami”ucapnya, Rabu (13/3)kemarin.
AKP Sugarda mengakui, sampai saat ini jenazah bayi masih berada di RS Bhayangkara belum dikuburkan, sambil melihat perkembangan selanjutnya dalam penyelidikan.
AKP Sugarda berharap, jika ada warga yang bisa memberikan petunjuk informasi terkait kasus penemuan mayat bayi tersebut silahkan menginformasikan atau melaporkan ke Polres Jayapura atau jajarannya supaya bisa dikembangkan dan ada petunjuk siapa ibu yang melahirkan bayi itu dan siapa yang membuangnya. (dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…