Diakuinya, bukan hanya itu saja ada tenaga medis yang telah disiapkan, justru diganggu oleh masyarakat kampung yang tidak bertanggung jawab, dan masih ada permasalahan lainnya seperti pemalangan bangunan puskesmas, pustu dan sebagainya.
“Permasalahan-permasalahan seperti inilah yang sering menghambat pelayanan kesehatan, kita ketahui bersama bahwa hampir 80 persen petugas pelayanan kesehatan merupakan perempuan, sehingga ketika ditempatkan di kampung-kampung maka keamanan dari petugas tersebut hrus menjadi tanggung jawab masyarakat kampung,” terangnya.
Diakuinya, tahun ini pihaknya akan membangun Pustu di Kampung Imsar, kita juga telah memasang spanduk jik ada yang komplain terkait tanah maka pihaknya tidak akan membangun Pustu.
“Namun kami sudah mendapatkan jaminan dari Kepala Kampung Imsar dan Ondoafi bahwa tanah tersebut aman untuk dibangunkan Pustu, dengan masyarakat bisa mendukung pembangunan maka kita berharap pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dengan masyarakat, ” terangnya.
Diakui Kadis Kesehatan, akses layanan kesehatan di Kabupaten Jayapura sudah 80 persen, Kabupaten Jayapura memiliki 139 Kampung dan 5 Kelurahan, 80 persen lebih sudah ada fasilitas kesehatan, itupun kampung-kampung yang dekat dengan puskesmas.
Dalam putusannya, Komite Banding PSSI menguatkan keputusan Komite Disiplin PSSI sebelumnya, namun dengan perubahan bentuk…
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…