Categories: SENTANI

Gebrakan Temukan Malaria, 8.998 Orang Positif

SENTANI- Gebrakan temukan malaria yang dilakukan oleh seluruh kader-kader malaria yang tersebar di kampung-kampung dari 19 distrik yang ada di Kabupaten Jayapura membuahkan hasil yang baik.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Edward Sihotang mengungkapkan, setidaknya sampai pada Senin (10/10)  dari sekian ribu masyarakat di Kabupaten Jayapura yang diperiksa sampel darahnya,  terdapat 8.998 orang yang dinyatakan positif mengandung plasma malaria di dalam sel darahnya.

“Gebrakan temukan malaria ini pada dasarnya adalah upaya penemuan kasus secara dini, sehingga potensi penularan akibat plasmodium di dalam darah pada orang sakit yang tidak dilayani atau tidak ditemukan dengan cepat,  tidak cepat meluas atau tersebar,”ungkapnya.

Lanjutnya, seperti yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 64-94% dari seluruh penderita malaria itu berasal dari kasus yang tidak bergejala.  Artinya dari 100 orang,  ada 60 sampai 90 orang terkena malaria tapi tanpa gejala. 

Apabila tidak melakukan pencegahan maka dia berpotensi menularkan penyakit malaria ke orang lain yang tidak sakit.  Yang tidak sakit kemudian menjadi sakit akhirnya kasusnya menjadi tinggi.

Oleh karena itu pemerintah memprogramkan menemukan malaria secara dini, yang dilakukan melalui pemeriksaan atau survei darah secara umum atau massal. “Sekarang semua kader bergerak,  melakukan pemeriksaan darah ke semua penduduk.

 Karena akan ketahuan mana yang malaria tidak bergejala. Langkah berikutnya, kader bersama petugas langsung memberikan pengobatan.  Mereka kasih obat malaria dan minum di tempat selama 3 hari,” jelasnya.

Gebrakan berikutnya melalui lingkungan dengan membagikan kelambu anti malaria,  kemudian desinfeksi dan fogging. Jadi ketika ada  nyamuk malaria dan manusia yang terkena malaria itu semua ditangani melalui proses . 

Kemungkinan kasus akan naik dengan cepat tetapi kita juga akan dapat maksimal,  karena akan turun melalui pengobatan yang sudah diberikan.”Itulah proses gebrakan malaria yang sedang dilakukan sekarang,” katanya.

Dia menambahkan,  ribuan Orang yang terdeteksi dalam pemeriksaan temukan malaria ini sudah langsung ditangani oleh kader dan petugas kesehatan,  dengan meminum obat malaria selama 3 hari berturut-turut.  (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

1 day ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

1 day ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

1 day ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

1 day ago