Categories: SENTANI

Kepala Kampung Yoboi Polisikan Kontraktor Nakal

SENTANI-Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Wally telah membuat laporan polisi, terkait ulah salah satu kontraktor nakal, atau pihak ketiga yang sudah mencairkan dana pembangunan rumah 100 persen, untuk membangun rumah yang terkena dampak bencana banjir bandang 2019 di Kampung  Yoboi. Namun dana sudah dicairkan 100 persen,  kenyataanya tidak ada satu rumah pun dikerjakan.

“Saya laporkan pemilik CV Frakha Indah, dia sudah mencairkan dana 100 persen, tapi tidak ada satu tiang rumahpun yang ditanam,” kata Sefanya Wally, Sabtu (9/4).

Yang parahnya lagi, kontraktor CV Frakha Indah itu telah melakukan pemalsuan tanda tangan dan cap Kepala Kampung Yoboi, untuk mencairkan 100 persen dana pembiayaan pekerjaan rumah tersebut.

. Berdasarkan data yang dimilikinya, pemilik CV Frakha Indah itu menggunakan dua CV untuk mengerjakan 16 unit rumah. Satu paket rumah terdiri dari 8 unit rumah dikerjakan oleh CV Frakha Indah dengan nilai pagu dana sebesar Rp 400 juta . Satu lagi CV Berlian Cycloop Timur dengan jumlah rumah dan nilai uang yang sama yakni 400 juta rupiah. Artinya, satu orang mengerjakan 16 unit rumah dengan pagu dana senilai Rp 800 juta . Untuk rumah yang dikerjakan menggunakan CV Berlian Cycloop Timur sudah dikerjakan, namun CV CV Frakha Indah, sama sekali belum mengerjakan rumah.

“Berkas pertanggungjawaban dari CV Frakha Indah ada di BPBD.  Saya mau lihat foto dokumentasi dalam laporan itu mereka ambil dari mana. Ternyata, CV Frakha Indah ini, pakai dua bendera.  Satu CV itu ada 8 rumah, berati kalau dua CV dia ambil 16 rumah dengan nilai uang Rp 800 juta,”ungkapnya.

Dia juga menyoroti, ulah konsultan pelaksana yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan benar.  Dimana konsultan ini telah membuat data fiktif terkait progres pekerjaan rumah yang dilakukan oleh kontraktor tersebut.  Namun pada kenyataannya tidak ada satu rumah pun yang dikerjakan namun pencairan 100% dilakukan.

“Kita kesal itu dengan pihak konsultan yang mengerjakan proyek ini, tidak becus. Dia berikan bobot tidak sesuai progres. Yang menjadi persoalan sekarang ini dan jadi temuan , CV Frakha Indah. Saya tanya sama konsultannya.Bagaimana bisa  kasih bobot 8 rumah namun sama sekali tidak dikerjakan.

Untuk diketahui, di Yoboi ada 8 CV yang mengerjakan rumah korban bencana. Satu Cv mendapatkan 8 paket pekerjaan. Saat ini yang sudah selesai membangun ada 7 CV dengan jumlah 56 rumah dari jumlah 64 rumah.
“Di Yoboy ada 64 rumah yang dikerjakan oleh 8 CV.  56 sudah dikerjakan oleh 7 CV, itu pun pekerjaannya tidak sesuai standar RABnya,” tegasnya.
Adapun tujuh CV yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, CV Grime Papua, CV Kadap Rum Yarim, CV Karya Mandiri Papua, CV Manakaruga, CV Saudara tiga, CV Elna Lenox, CV Berlian Cycloop..(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

29 minutes ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

1 hour ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

2 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

3 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

4 hours ago

Patroli Satgas Keamanan Identik Pengejaran Berujung Operasi Tempur

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…

5 hours ago