Categories: SENTANI

Penataan Pasar Lama Sentani Dimulai Pekan Depan

Pedagang Sepakat Direlokasi

SENTANI – Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro, menyampaikan bahwa penataan Pasar Lama Sentani akan mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Januari mendatang.
Tahapan awal penataan tersebut diawali dengan kegiatan pembersihan area pasar serta pelaksanaan ibadah bersama sebagai tanda dimulainya proses relokasi.

“Tanggal 1 sampai 15 kita lakukan pembersihan. Pada tanggal 15 nanti akan dilakukan launching bersama sebagai tanda dimulainya penataan Pasar Lama. Kita akan awali dengan ibadah bersama seluruh masyarakat dan pedagang sebagai bentuk pelepasan dan kesepakatan bersama,” ujar Jeck Puraro, Kamis (8/1).

Area Pasar Lama Sentani tengah dibersihkan oleh aparat Distrik Sentani Kamis (8/1). Pembersihan ini dilakukan sebagai upaya menggeser para pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan dan trotoar. (foto:Kepala Distrik for Cepos)

Jeck menjelaskan, kegiatan tersebut bukan relokasi besar-besaran, melainkan penggeseran pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan dan trotoar untuk masuk ke dalam area pasar yang telah disiapkan. Pedagang yang sudah memiliki kios di dalam pasar tetap berjualan seperti biasa.

“Ini bukan penggusuran, tetapi penggeseran. Semua pedagang sayur, ikan, dan mama-mama Papua yang selama ini berjualan di luar atau di trotoar akan kita geser masuk ke dalam. Tidak boleh lagi ada aktivitas jual beli di luar area pasar,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah tanggal 15 Januari, pembangunan lapak-lapak dan penataan pasar akan segera dilakukan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, Distrik Sentani akan menggelar rapat persiapan dan membentuk panitia pelaksana bersama para pedagang dan masyarakat pasar.

“Kami jujur menyampaikan bahwa saat ini tidak ada anggaran khusus. Yang kami lakukan adalah membangun komunikasi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dengan seluruh pihak, baik masyarakat maupun pedagang,” jelas Jeck.

Menurutnya, penataan Pasar Lama Sentani merupakan bentuk kolaborasi untuk menyatukan perbedaan demi kepentingan bersama. Ia berharap ke depan Pasar Lama dapat dikelola sebagai pasar distrik, sementara pasar baru ( Pasar Pharaa) dapat dikelola oleh Pemerintah Daerah.

“Kami ingin Pasar Lama ini menjadi milik bersama. Manajemennya nanti kita atur bersama. Yang penting sekarang pasar ini kita rapikan, tertib, bersih, dan nyaman,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sekolah Dukung Larangan Anak Miliki Akun Media Sosial

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…

2 hours ago

Kasus Ini Bukan Sekadar Kehilangan Anggota Keluarga, Tapi Simbol Ketidakadilan

Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…

3 hours ago

Pelatihan Komputer Gratis, Berkat Besar bagi Jemaat

Sekretaris Yayasan Bengkel Kerja Papua, Reinhart Ramandei, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan…

4 hours ago

Kapolres Jayapura Pastikan Hoaks

“Dalam hari ini saya tegaskan bahwa Polres Jayapura tidak pernah meminta bantuan sepeser pun kepada…

5 hours ago

Kebakaran Satu Unit Rumah Di Doyo, Diduga Akibat Korsleting

Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali mengatakan, berdasarkan pengamatan petugas dilapangan serta pemotretan di…

6 hours ago

Di Kotaraja Istri Nekat Siram Bensin dan Bakar Suami Sendiri

Berdasarkan keterangan saksi yang juga merupakan keluarga korban Maklon (31) mengatakan korban saat ini sudah…

7 hours ago